Usaha Diatas Keberhasilan

 Di hari senin SMA Harapan Bangsa begitu cerah. Terdapat 3 serangkai remaja Vino, Rafael, dan Elkan. Mereka seperti tiga serangkai yang menciptakan keindahan di SMA Harapan Bangsa.

Vino, lelaki dengan  energi yang tak pernah habis dan pantang menyerah.  Rafael, pemain gitar handal dengan mata tajam. Sedangkan Elkan, dikenal dengan kecerdasannya,tetapi tidak hanya kecerdasan, ia juga cerdas dalam nilai non akademik.

Jika ditanya bagaimana ketiga lelaki itu bisa berteman, bisa dibilang ketiganya bertemu secara kebetulan di klub futsal sekolah. Vino sedang berlatih bola seorang diri dan Elkan yang sedang melewati lapangan begitu juga dengan Rafael secara tidak langusng tertarik dan bergabung kedalam Klub futsal sekolah. Dari sinilah, tiga serangkai ini terbentuk.

Mereka sering menghabiskan waktu bersama setelah sekolah seperti berlatih musik,berlatih futsal, berdiskusi tentang pelajaran, atau hanya sekedar bercanda sambil menongkrong di cafe langganan mereka

Tetapi, mereka hidup tidak tentang senang – senang saja tetapi mereka juga memiliki kehidupan seperti remaja pada umumnya, contohnya minggu depan ujian datang menghampiri mereka. Mereka harus menghadapi ujian kelulusan yang menuntut mereka untuk fokus terlebih dahulu pada ujian dibanding urusan lainnya.

“Terus kita gimana? Bukannya kita ada tanding minggu depan tepat hari ujian dimulai?” Tanya Rafael serius

Sebenarnya Vino juga bingung harus melakukan apa, tetapi ia akan mencoba bertanya kepada wali kelasnya mengenai hal itu. 

Tiba lah Vino,Rafael, dan Elkan di ruang guru tepatnya di meja Pak Wahyu.

“Pak jadi kita gimana ya kira – kira?” tanya mereka bertiga

“sebenarnya bapak bisa aja mengizinkan kalian buat ulangan susulan tapi coba nanti bapak bicarakan lagi sama Pak Adi ya” jelas Pak Wahyu

Elkan hendak berpikir “Kalo misalnya kita sama – sama izinnya gimana pak?”

“Nanti pulang sekolah bapak kabari lagi”

“Baik pak, Terimakasih”


Di tengah kekhawatiran mereka, mereka justru selalu meyakinkan satu sama lain bahwa mereka bissa mengatur semuanya dengan baik. Pada saat pulang sekolah mereka berada di ruangan Pak Adi bersama Pak Wahyu juga dengan tujuan meminta izin untuk ujian susulan.

Rencana mereka tidak sia – sia, mereka mendapatkan izin dari Pak Adi untuk melakukan tanding terlebih dahulu lalu susulan ujian. Tetapi, mereka memiliki janji dengan Pak Adi, mereka harus mendapatkan nilai ujian yang baik dan mendapatkan hasil yang baik juga di pertandingan futsal.

Pak Adi tadi memberi pesan kepada tiga serangkai itu

“Bapak akui kalian berpotensi dibidang ini, tetapi kalian harus bisa membagi waktu ya antara sekolah dan bola ya. Semangat terus ya.” 

*Hari pertandingan

Akhirnya,tiba lah mereka di waktu pertandingan akan dimulai, mereka mulai melakukan pemanasan dan akan memulainya lalu sebelum pertandingan bener bener dimulai mereka berdoa bersama terlebih dahulu. Di saat pertandingan mulai, tidak banyak yang menonton karena hari itu bertepatan dengan hari ujian, tetapi hal itu tidak membuat mereka patah semangat.

Pertandingan telah selesai, dan mereka sama sekali tidak mengecewakan kepala sekolah beserta guru – guru lainnya yang mendukung mereka karena mereka meraih juara. Tiga serangkai itu membawa nama SMA Harapan Bangsa menjadi sekolah yang semakin baik.

 saat mereka tiba disekolah mereka langsung melaksanakan ujian qwalaupun siswa lainnya sudah pulang. ketiganya menghadapi ujian dengan keseriusan. Berjalannya waktu mereka menjalani ujian, akhirnya mereka lulus dengan nilai sempurna dan tiga serangkai itu menjadi siswa berprestasi di SMA Harapan Bangsa.

“Jadilah orang yang tidak pernah patah semangat” – Vano

“Tantangan harus dihadapi” – Rafael

“Jangan karena ada masalah, kita jadi berhenti. Harus tetap di lawan” - Elkan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Pidi Baiq

Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa di gunakan untuk mengubah dunia